Home » , , , , , , » Info Telisik Asal-Usul Tasawuf

Info Telisik Asal-Usul Tasawuf

Info tasawuf. Tawaswuf dan sufi berasal dari satu akar kata shafa yang berarti bersih, tasawuf adalah serangkaian pelajaran yang berkaitan dengan cara person (sufi) mensucikan hatinya agar mampu melihat hakekat kebesaran Allah dengan mata bathinnya. Sufi bisa juga berasal dari kata shaff artinya baris, sufi dengan ajaran tasawufnya dianggap sebagai hamba yang menempati baris pertama dalam kedekatannya dengan Allah. Dalam bahasa Yunani, Sufi dibahasakan dengan sophos yang berarti hikmat, meski ada beberapa ilmuawan yang menolaknya masuk dalam kosa kata Yunani, dari sekian info yang ada tentang kata sufi atau tasawuf

Paling tidak, kita bisa memahami bahwa tasawuf adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah supaya bisa melihat kebesaran Allah dengan mata bathinnya setelah menjalani proses pembersihan (clearing process). mata bathin dari tabir duniawi. Duniawi yang dimaksud adalah berupa harta, tahta dan wanita serta segala karakter negative lainnya yang ber-impact menjauh dari Allah swt.


Mata bathin tidak peka karena tertutup oleh dosa maksiat dan kemungkaran kepada Allah yang maha suci terhalang oleh duniawi, duniawi yang dimaksud adalah harta tahta dan wanita.

Asal usul Tasawuf
Di antara para pemikir, berpendapat bahwa tasawuf bermula dari rahib-rahib Kristen yang mengasingkan diri untuk beribadat dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan di gurun pasir Arabia. Tempat mereka menjadi tujuan orang yang perlu bantuan di padang yang gersang. Di siang hari, kemah mereka menjadi tempat berteduh bagi orang yang kepanasan; dan di malam hari lampu mereka menjadi petunjuk jalan bagi musafir. Rahib-rahib itu berhati baik, dan pemurah dan suka menolong. Sufi juga mengasingkan diri dari dunia ramai, walaupun untuk sementara, berhati baik, pemurah dan suka menolong, pandai bersyukur.

Sebagian lain berpendapat bahwa tasawuf merupakan pengaruh filsafat Yunani, dari pemikiran mistik Pythagoras. Dalam filsafatnya, roh manusia adalah suci dan berasal dari tempat suci, kemudian turun ke dunia materi dan masuk ke dalam tubuh manusia yang bernafsu dan tidak kembali kepada tempat sebelumnya yang suci. Karena itu seriap manusia harus berupaya untuk membersihkanya, dengan cara beribadat mendekatkan diri kepada tuhan. Ada juga yang mengaitkan dengan filsafat emanasi Plotinus. Roh memancar dari diri Tuhan dan akan kembali ke Tuhan. Hal ini senada dengan yang di kemukakan Pythagoras bahwa, roh yang masuk ke dalam tubuh manusia juga kotor, dan tak dapat kembali ke Tuhan. Selama masih kotor, ia akan tetap tinggal di bumi berusaha membersihkan diri melalui reinkarnasi. Baru kemudian kembali ke pangkuan tuhan.

Ada juga yang berpendapat bahwa tasawuf meruakan pengaruh konsep Nirwana dari agama Buddha. Nirwana dapat dicapai dengan meninggalkan dunia, dengan cara meleburkan diri dan kontemplasi. Ajaran menghancurkan diri untuk bersatu dengan Tuhan juga terdapat dalam Islam. Sedangkan pengaruh dari agama Hindu dikatakan datang dari ajaran bersatunya Atman dengan Brahman melalui kontemplasi dan menjauhi dunia materi. Dalam tasawuf terdapat pengalaman ittihad, yaitu persatuan roh manusia dengan roh Tuhan.

Hakekat tasawuf kita adalah mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam ajaran Islam, Tuhan memang dekat sekali dengan manusia. Dekatnya Tuhan kepada manusia disebut al-Qur'an dan Hadits. Ayat 186 dari surat al-Baqarah mengatakan, "Jika hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka Aku dekat dan mengabulkan seruan orang yang memanggil jika Aku dipanggil."

Kaum sufi mengartikan do'a di sini bukan berdo'a, tetapi berseru, agar Tuhan mengabulkan seruannya untuk melihat Tuhan dan berada dekat kepada-Nya. Dengan kata lain, ia berseru agar Tuhan membuka hijab dan menampakkan diri-Nya kepada yang berseru. Tentang dekatnya Tuhan, digambarkan oleh ayat berikut, "Timur dan Barat kepunyaan Tuhan, maka kemana saja kamu berpaling di situ ada wajah Tuhan" (QS. al-Baqarah 115). Ayat ini mengandung arti bahwa dimana saja Tuhan dapat dijumpai. Tuhan dekat dan sufi tak perlu pergi jauh, untuk menjumpainya.

Ayat berikut menggambarkan lebih lanjut betapa dekatnya Tuhan dengan manusia, "Telah Kami ciptakan manusia dan Kami tahu apa yang dibisikkan dirinya kepadanya. Dan Kami lebih dekat dengan manusia daripada pembuluh darah yang ada di lehernya (QS. Qaf 16). Ayat ini menggambarkan Tuhan berada bukan diluar diri manusia, tetapi di dalam diri manusia sendiri. Karena itu hadis mengatakan, "Siapa yang mengetahui dirinya mengetahui Tuhannya."

Untuk mencari Tuhan, sufi tak perlu pergi jauh; cukup ia masuk kedalam dirinya dan Tuhan yang dicarinya akan ia jumpai dalam dirinya sendiri. Dalam konteks inilah ayat berikut dipahami kaum sufi, "Bukanlah kamu yang membunuh mereka, tapi Allah-lah yang membunuh dan bukanlah engkau yang melontarkan ketika engkau lontarkan (pasir) tapi Allah-lah yang melontarkannya (QS. al-Anfal 17).

Disini, sufi melihat persatuan manusia dengan Tuhan. Perbuatan manusia adalah perbuatan Tuhan. Bahwa Tuhan dekat bukan hanya kepada manusia, tapi juga kepada makhluk lain sebagaimana dijelaskan hadis berikut, "Pada mulanya Aku adalah harta yang tersembunyi, kemudian Aku ingin dikenal. Maka Kuciptakan makhluk, dan melalui mereka Aku-pun dikenal."

Disini terdapat paham bahwa Tuhan dan makhluk bersatu, dan bukan manusia saja yang bersatu dengan Tuhan. Kalau ayat-ayat diatas mengandung arti ittihad, persatuan manusia dengan Tuhan, hadits terakhir ini mengandung konsep wahdat al-wujud, kesatuan wujud makhluk dengan Tuhan.

Demikianlah ayat-ayat al-Qur'an dan Hadits Nabi menggambarkan betapa dekatnya Tuhan kepada manusia dan juga kepada makhluk-Nya yang lain. Gambaran serupa ini tidak memerlukan pengaruh dari luar agar seorang muslim dapat merasakan kedekatan Tuhan itu. Dengan khusuk dan banyak beribadat ia akan merasakan kedekatan Tuhan, lalu melihat Tuhan dengan mata hatinya dan akhirnya mengalami persatuan rohnya dengan roh Tuhan; dan inilah hakikat tasawuf

Thanks for reading Info Telisik Asal-Usul Tasawuf

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

13 Komentar:

  1. Renungan yang cukup berat Pak. Mencoba menjadi ichsan saja dulu. Soal roh saya belum banyak tahu.

    Buat saya tasawuf itu mengurangi kecintaan terhadap duniawi dan mencari kebahagiaan di akhirat.

    Masih belajar, makanya judul blog saya Stairway to heaven, menaiki tangga untuk mengharap surga. Dan semoga tidak tergelincir ke bawah karena memang ujian dan godaannya tidak mudah...

    ReplyDelete
  2. berkunjung ustad. kebaikan dari tasawuf adalah pendekatan dengan kerendahan hati dan pengakuan akan luasnya lautan dosa manusia disamping keyakinan kasih sayang Tuhan kepada hambanya. oleh karena itu beberapa sufi jaman dahulu berjalan dengan konsep kecintaan yang dalam, namun ada juga diantara beberapa sufi tersebut bermanja-manja karena keyakinan mereka akan kasih sayang Tuhan kepada hambannya. kalau asal-usul tasawuf saya masih belum mengkaji secara dalam sahabat. menurut saya tasawuf adalah suatu jalan pendekatan diri beserta keyakinan akan Kebesaran-Nya yang meluputi segala sesuatu, dan ini banyak dipercaya pada agamawan zaman dahulu, bukan saja dikalangan rahib namun kaum agamawan lainnya. ini sudah ada sejak manusia pertama di ciptakan. kalau pendapat saya salah...saya mohon maaf. saya mengucapkan terimakasih atas kunjungannya ke blog saya. saya ijin follow dan link blog ini untuk belajar sahabat. mohon bimbingannya. salam persahabatan blogger dari blogonol. keep spirits and do the best

    ReplyDelete
  3. hanya sekedar saran ustad. kalau blog ini nantinya ramai dikunjungi kawan-kawan blogger yang mungkin juga mau belajar, tolong jangan terlalu banyak pasang iklan. hal ini karena bisa mengganggu tampilan dan sedikit merepotkan untuk membaca posting anda. karena tidak semua blogger yang datang untuk melihat tampilan saja. saya yakin banyak kawan2 blogger yang tujuannya berkunjung untuk belajar dan menjalin persahabatan sesama blogger. artinya kita sama-sama berbagi ilmu dan semoga bermanfaat bagi kita semua, serta semoga mendapat ganjaran kebaikan dari usaha yang kita lakukan. amin. maaf sekali lagi ini hanya saran dari seorang sahabat.

    ReplyDelete
  4. bloekoetoek @ yups... terimakasih atas sarannya... bagus banget, kemudian untuk pendapat bahwa tasawuf ada sejak dulu itu sangat betul sekali, tetapi belum terbukukan seperti saat ini. sama halnya dengan Hadits, sejak rasulullah sudah ada, tetapi dianggap sebagai hadits baru pada masa penulisannya Az Zuhri, dan sistematikanya justru baru ada sejak Muslim... mohon dikoreksi juga kalau salah...

    ReplyDelete
  5. ternyata sudah saya follow ustad:D

    ReplyDelete
  6. Selamat sore pa ustad,.
    "tasawuf"Walaupun asal usulnya darimana saja yang penting artinya "bersih"menyucikan hati agar mampu melihat hakekat kebesaran Allah.!

    ReplyDelete
  7. dan saya sudah keluar dari tasawuf :)

    ReplyDelete
  8. asslm wr wb ... salam silaturahim ustad...
    waaah kupas tuntas masalah tasawuf niiih, perlu juga belajar lebih dalam lagi sama ustad niiih.

    menurut saya tidak ada yang jelek dalam setiap tampilan blog, blog ini sudah cukup baik dan berpotensi. enteng di klik tidak banyak beban didalamnya.

    trims atas ilmunya, semoga sukses selalu n TETAP SEMANGAT

    ReplyDelete
  9. harto@terimakasih atas apresiasinya...
    sering sering ya... he he he kabuuuuuur

    ReplyDelete
  10. atas saran temen" jadi banyak yang saya hapus deh... karena aku biasa mendengarkan saran teman"
    sarankan lagi yang lebih mantab dung?

    ReplyDelete
  11. Bagaimana pendapatnya Ustadz tentang tasawuf menurut pandangan orng zaman dlu, seperti nenek/ kakek kita?
    apalagi di indonesia kn mash pada bnyk tu yg menganut paham jadul seperti "Mutih, mondok di makam, nyepi di tmpt beras, dll".
    Apa itu termasuk Tasawuf???

    Jawaban ustadz sangat berarti bwt saya.
    http://cagappaeh.blogspot.com/

    Terima kasih banyk ats infony.

    ReplyDelete

Terimakash Atas kunjungan dan komentarnya ( salam persahabatan )