Es Duren seharga Ratusan Dollar

thumbnail
Tak terasan saat larut malam membuka email dan ada berita yang sangat mengejutkan, terkejut bukan menyedihkan tapi berita gembira yang menyenangkan pasalnya dalam email pemberitahuan ada berita seperti ini

Ditemani es duren sisa buka puasa langsung saya print MTCN dan bergegas untuk menyimpannya buat besok pagi harus segera dicairkan, itulah kisah es duren seharga ratusan dollar, Bentuk print outnya adalah seperti ini:


Semoga menginspirasi untuk sobat semua, pay out tertunda sebelumnya karena bermasalah di tanda pengenal, tapi kali ini pasti akan lancar, besok pagi Kamis, 24 Juli 2014 adalah hari bersejarah untuk pay out ke sekian kalinya.

Renungan; Berangkatkan hatimu

thumbnail
Ramadhan sudah tidak utuh lagi, hanya hanya tersisa secuil saja setelah berlalu begitu saja maka label taqwa tambah baik dan tidaknya segera diputuskan oleh Allah swt. Saatnya....Segala upaya harus diberangkatkan dipakai untuk mendekatkan diri kepada Allah swt, namun adakah yang sadar bahwa segala materi, ilmu, pangkat dan apapun yang kita punyai tidak akan mampu mendekati Allah sama sekali selama dalam jiwanya ada benih ‘pemberotakan’ atau membatah terhadap titah kebenaran. Terkadang saking kerasnya hati seseorang, kebenaran yang disuguhkan di pelupuk ia tolak mentah-mentah. Karakter yang demikian ini sejalan dengan Sabda Nabi saw;

ما ضل قوم بعد هدى كانوا عليه إلا أوتو الجدل
Tidaklah sesat sebuah kaum sesudah mendapatkan petunjuk, kecuali orang-orang yang berontak

Harta, kedudukan, amal bahkan seluruh ilmu yang kita punya tidaklah menjadikan diri ini menjadi dekat kepada Allah, justeru malah menjadikan jalan sesat pada saat ‘memberangkatkan’ hatinya untuk mendekati Allah. KH. Asrori al-Ishaqi dengan mantab menjelaskan panjang lebar soal bagaimana kita harus memberangkatkan hati ini mendekati Allah. Na’udzubillah tsumma na’udzubillah

Semua orang menginginkan selamat dari celaka, jangankan orang berbuat baik, seorang pencuri sekalipun menginginkan selamat pada saat mencuri. Alasan ingin selamat sebagai ‘pembenar’ setiap perbuatan pasti sudah dikantongi dengan apik, masalahnya, apakah alasan pembenar itu menjadikan sesuatu menjadi pasti benar?. Sekali-kali “Tidak”, hanya kaidah kebenaran syara’ dan keputusan final Allah al-haqq yang mampu menjelaskan secara detail di akhirat kelak, bila di dunia tidak mampu memilih dan memilah kebenaran yang hadir di hadapan kita .

Bagi hati yang telah dicerahkan oleh Allah pasti bisa mengenali sekecil apapun kebenaran dengan mata hatinya (bashirah) tetapi sebaliknya bagi orang-orang yang hatinya tertutup dan sudah mengeras seperti baja maka sebesar apapun keburukan pasti akan tertutup oleh kemilau alasan ‘pembenar’ yang dibuat oleh nafsunya sendiri, di situlah bisikan iblis yang paling berperan..

Imam Ghazali juga pernah memberikan pencerahan, kurang lebihnya adalah “seluruh sujud yang khusyu’ seandainya di dalam sujud tersebut terdapat satu sujud saja yang engkat mengira telah dekat berkat sujud tersebut kepada Allah maka dosanya akan lebih besar daripada dosa seluruh makhluk yang bernyawa diseluruh alam marcapada ini, baik dari golongan manusia maupun hewan”. Betapa kita merasakan kebodohan yang teramat luarr biasa menganggap bahwa kebaikan yang pernah kita lakukan merasa cukup mendekatkan diri kepada Allah.

Said Agil Siradj menjelaskan bahwa orang yang paling tertipu menurut kajian tasawuf adalah orang yang tertipu terhadap permainannya sendiri, maksudnya ia merasa mulia di saat melakukan perbuatan baiknya. Beruntunglah orang yang sering memaki-maki hatinya sendiri, semakin ia sering memaki dirinya maka semakin bersih hatinya...ya Allah tuntunlah kami ke jalan yang benar dengan cara yang benar, sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Ali kw.

قليل من التوفيق خير من كثير من العقل و العلم (على كرم الله وجهه
Sedikit dari pertolongan Allah untuk mengamalkan ilmu itu lebih baik daripada banyaknya ilmu dan akal

Pesta Demokrasi belum berakhir

thumbnail
Gelaran pesta demokrasi lima tahunan bangsa Indonesia telah usai tadi pagi, tepatnya Rabu, 9 Juli 2014 berakhir secara serentak pukul 13.00, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan cepat (quick count). Antusiasme masyarakat dari semua kalangan dari rakyat jelata hingga pejabat, artis, tokoh masyarakat dan semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi untuk menggunakan hak pilihnya. Dua kandidat pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-Kalla adalah putra bangsa terbaik yang telah melalui seleksi alami oleh kontestan partai-partai pemilu bulan April 2014 lalu

Hasil dari pesta tersebut dimaksudkan untuk melahirkan pempimpin yang akan menjadi nakhoda besar negera kepulauan Republik Indonesia. Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) ternyata benar benar tidak disangka, kedua kubu menyatakan dirinya menang, pesta demokrasi belum berakhir. Memang, versi quick count adalah hitungan yang tidak mengikat secara legal formal, tetapi berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, perhitungan cepat dipakai sebagai gambaran kandidat pemenangnya, ironisnya bisa menghasilkan hitungan yang berbeda. Entahlah kita tunggu sampai perhitungan riil (real count)

Kedua kubu antara pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-Kalla masing masing mendeklarasikan dirinya sebagai pemenang versi quick count masing-masing dan meyakini data mereka sama akuratnya kini.. semua hanya bisa menanti kapan usainya pesta tersebut, namun kita selalu berharap siapapun pemenangnya harus memberikan penghargaan kepada yang kalah. Begitu juga yang kalah harus ‘legowo’ menerima kekalahannya.

Penulis hanya menyayangkan, diantara sesama pendukung semua menyuarakan pemilu damai, tetapi faktanya di media online banyak yang saling sindir dan saling memojokkan antara pendukung yang satu dengan pendukung lainnya, seperti anak kecil yang kalah main congklak atau main gunduh. Mungkin demokrasi kita adalah demokrasi kekanak-kanakan.

Rukhsah Dalam Puasa Ramadhan

thumbnail
Puasa adalah ibadah wajib yang harus dilakukan oleh setiap orang islam yang sudah akil baligh, baik laki-laki maupun perempuan, bagi seseorang yang tidak berpuasa maka Allah akan mengancam dengan siksaan yang berat bagi orang yang meninggalkan puasa dengan sengaja

Sebuah kisah dari sahabat Abu Umamah Al Bahili ra. Beliau (Abu Umamah) menuturkan bahwa beliau mendengar Rasul saw bersabda: 

Ketika aku tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki, lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata: ”Naiklah”. Lalu kukatakan,: ”Sesungguhnya aku tidak mampu.” Kemudian keduanya berkata,: “Kami akan memudahkanmu”. Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung, tiba-tiba ada suara yang sangat keras. Lalu aku bertanya: “Suara apa itu?” Mereka menjawab: “Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka.” Kemudian dibawalah aku berjalan-jalan dan aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan dari robekan itu mengalirlah darah.” Kemudian aku (Abu Umamah) bertanya,: “Siapakah mereka itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,: “Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya.” (HR. An-Nasa’i dalam Al Kubra, sanadnya shahih.)