Minhajul Abidin

thumbnail
“ Tidaklah aku (Allah) ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah ”.
Allah menciptakan hambanya dengan segala kelengkapan akal dan anggota tubuh serta rizki yang cukup agar mampu beribadah secara sempurna. Kesempurnaan ibadah itu akan membawa seorang hamba dekat kepada Allah dan menjadi kekasih-Nya. Namun, dalam ‘perjalanan’ hidupnya banyak halangan dan rintangan yang menghadang jalan untuk mendekat kepada Allah. Sulitnya perjalanan yang menanjak dan penuh duri menuju kedekatan seorang hamba kepada Allah itu dikenal dalam bahasa Arab dengan ‘aqabah.

Kitab minhajul abidin adalah pilihan tepat sebagai bekal beribadah kepada Allah swt, di dalamnya membicarakan beberapa hal penting terkait dengan cara ‘mendaki’ setapak demi setapak menuju derajat taqwa di hadapan Allah swt. Kitab yang dikarang oleh Imam Ghazali ini terdiri dari dari 7 bab. Diawali dengan pembahasan ‘aqabah ‘ilmu dan diakhiri dengan ‘aqabah syukur.

Di Balik Kekuatan Do'a

thumbnail
Bagi orang beragama, di bawah alam sadarnya tersimpan keyakinan, bahwa ada kekuatan lain melebihi kekuatan normal dirinya sebagai manusia biasa. yaitu kekuatan supra rasional Tuhan. Kekuatan tuhan melebihi segala-galanya, hingga termaktub dalam salah satu asm’ul husna yaitu al quwwah (kekuatan). 

Kekuatan supra ini dipersiapkan oleh Allah untuk seorang hamba yang gemar mengetuknya melalui gerbang pintu ijabah dengan kunci do’a. tradisi agama berdo’a agaknya sama tuanya dengan keberadaan manusia di muka bumi ini, ajaran berdo’ sudah ada sejak masa Adam as, saat makan buah terlarang kemudian berdo’a kepada Allah memohon ampunan (QS.6:23). Pendek kata, berdo’a adalah salah satu senjata bagi orang beriman untuk mengetuk kuasa Allah swt. Di samping itu, berdo’a juga bernilai ibadah. Nabi saw bersabda “do’a adalah senjatanya orang beriman”,