Banjirpun mampu merubah agenda

thumbnail

Ayo temanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama
Cepat kretaku jalan ...tut...tut...tut
Banyak penumpang turut

Lantunan tembang itu rupanya tak berlaku dalam perjalananku pulang kembali ke Jakarta, pasalnya harus mengalami keterlambatan enam jam karena harus menunggu banjir surut di stasiun poncol Semarang. Keretaku tak berhenti lama.

Pukul 11 malam harusnya kereta yang saya tumpangi sudah sampai di Cirebon tapi terhalang oleh tingginya banjir di semarang sehingga terpaksa menunggu banjir sedikit surut untuk bisa dilewati, hal ini diperparah lagi dengan jalur yang bisa dilewati cuma satu jalur kereta yang baru dibuat. Rupanya banjir yang terjadi di awal tahun 2014 ini menunjukkan kedigdayaannya hingga banjirpun mampu merubah agenda yang sudah dirancang sebelumnya.

Banjir dengan segala pernak perniknya bukan murni musibah, karena ditengah berhentinya kereta pedagang asongan seperti jual mie instan, kopi, jahe dan lain-lain laku keras. Memang benar di mana ada musibah maka disana juga ada hikmah. Begitulah kisah pulang bersama keluarga sejak tanggal 18 Januari 2014 dan kembali ke Jakarta menghadapi banjir disemarang Poncol tanggal 22 Januari 2014

Trend baru 2014; Rebutan menjadi pelayan

thumbnail
Tahun 2014 adalah tahun bersejarah bagi bangsa indonesia karena pada tahun tersebut akan digelar pesta demokrasi memilih legislatif dan ekskutif , di banyak pohon tiba-tiba ada foto para caleg yang ikut dalam kontestan menjadi bakal calon penguasa negeri ini dari tingkat daerah samapai tingkat pusat. Seolah-olah tak ada ruang panorama publik yang kososng, di mana ada tonggak menjulasng tak peduli tiang telepon atau pohon, di situ pula tertempel photo ‘penunggu’ eee..h photo caleg dengan berbagai kreasi kata slogan yang menggiurkan pembaca.

Menjadi pemimpin adalah menjadi pelayan masyarakat yang memenuhi hajat orang banyak untuk kesejahteraan, karenanya rakyat membayar pajak untuk menghidupi kesejahteraan para caleg tersebut, namun tetap saja ada trend aneh yang terlihat yaitu menjadi pelayan kok rebutan?, apalagi pelayannya orang banyak. Melayani satu orang saja sudah sulit apalagi melayani orang banyak. 

Dari sini, dapat kita lihat betapa mulya hati para caleg, jika niatnya tulus mengabdikan dirinya lahir dan bathin, apabila tidak, maka kehinaan dan penderitaan akan menimpanya, kalau tidak di dunia yah... pasti di akhiratnya. Bila kita ingat, betapa seorang sahabat Nabi saw Umar bin Khattab yang gagah, pemberani, tegas, jujur dan adil sekaliber beliau saja menolak dan merasa berat utnuk menjadi khalifah (presiden) tetapi di trend baru 2014 justru ada sekelompok orang berebut kekuasaan. Ini trend baru yang aneh menurut saya.

Terlepas apakah rebutan kekuasaan itu halal atau tidaknya, yang pasti menjadi pelayan masyarakat bila tidak sesuai dengan keahliannya maka tunggulah kerusakannya. Nabi saw besarbda: "Apabila urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya"

Pejabat dalah pelayan rakyat, pelayan bangsa ini, sedangkan majikannya adalah rakyat jelata, tetapi mengapa sebagai pelayan kok tersandung soal korupsi, ini pelayan yang kurang ajar terhadap majikannya. Tentu rakyat sebagai majikannya akan sangat tersakiti dengan hal ini, dan du’aul madhlum mustajabun (do’a orang teraniaya itu maqbul) tak heran jika ada pejabat yang disumpahi rakyatnya, selanjutnya maqbul. Tentu tak tuntas dihitung jari pejabat-pejabat yang ksandung soal korupsi
Aneh...!! yah memang benar benar aneh zaman sekarang

Laknat - Nikmat Tahun Baru 2014

thumbnail
Masuknya tahun baru 2014 adalah nikmat bagi kita semua, nikmat karena kita semua masih diberi kesempatan oleh Allah untuk menghirup udara tahun 2014 dalam keadaan teguh dalam Iman dan Islam, masih diberi ruang untuk berkreasi dan memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal hidup di alam selanjutnya. Di samping disyukuri sebagai nikmat, tahun 2014 juga harus dicurigai sebagai laknat apabila tidak dimaksimalkan untuk berbuat kebaikan. Sebaik-baik insan adalah insan yang panjang umurnya dan baik prilakunya, sebaliknya sejelek-jelek insan adalah orang yang panjang umurnya jelek prilakunya. Rasulullah bersabda:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْمُنَادِيُّ ، حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ ، عَنْ أَبِيهِ
 
أَنَّ رَجُلا ، قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، " أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ ؟ ، قَالَ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ، قَالَ : أَيُّ النَّاسِ شَرٌّ ؟ ، قَالَ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ ( رواه الترمذي
Artinya:”  
sesungguhnya ada seorang bertanya kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah, “siapakah manusia yang baik?”, Nabi Menjawab: ”orang yang panjang umurnya dan baik perbuatannya”. orang itu bertanya (lagi), “siapakah orang yang jelek?”, Nabi saw menjawab: ”Orang yang panjang usianya jelek perbuatannya”. (HR. Tirmidzi) 
Usia ini bagaikan dua mata sisi pisau yang sama tajamnya, tajam memberikan rahmat dan tajam pula penyebab laknat, Bila penggunaan usia untuk kebaikan maka tajam membuat irisan rahmat, tetapi tajam pula membuat irisan laknat bila usia untuk perbuatan jahat. Karena itu tak penting lagi umur panjang, yang terpenting adalah kualitas umur itu sendiri. Panjang tidak berkualitas lebih baik pendek namun berkualitas, andaikan dalam Islam boleh memohon untuk dipercepatnya maut, maka bagi orang yang usia panjang tetapi jelek perbuatannya, maka lebih baik dipercepat saja mautnya. Sayangnya tidak boleh memohon agar dipercepat datangnya maut. Demikian Laknat - Nikmat Tahun Baru 2014