Menanti Tayangnya "Indahnya Pagi" di TVRI

thumbnail

Masih berkaitan dengan sabtu pagi sebelumnya, kali ini menanti tayangan TVRI untuk acara Indahnya Pagi di hari Sabtu, 22 Pebruari 2014. Pagi besok saya termasuk orang yang sangat berbahagia, bocah kampung yang kampungan, anak petani miskin kurang lebih satu jam menjadi pusat perhatian publik sebagai nara sumber di televisi.


Terlepas apa topik yang akan saya sampaikan kepada khalayak publik ada harapan besar semoga menjadi amal baik untuk mengisi pundi amal kebaikan yang masih longgar. Bangga sekaligus bersyukur menjadi salah satu nara sumber di stasiun televisi, ini adalah kali ke-5 dari semua tayang di televisi.

besok pagi perbincangan sekitar straegi sukses dakwah Nabi semoga menjadi suguhan menarik untuk menemani kopi pagi para pemirsa TVRI. Tapi saya yakin bahwa 'hidangan' pagi yang dibawakan nara sumber satunya lagi yaitu ulama' senior sekaligus ketua MUI DKI Jakarta Bpk. Dr. Hamdani Rasyid akan mengupas tuntas tas tas tentang tema tersebut. Paling tidak bisa dijadikan sebagai ajang shilaturrahim sesama muslim.

Menanti Sabtu pagi; 8 Pebruari 2014

thumbnail
Menanti datangnya subuh hendak menyaksikan kesekian kalinya tampil dilayar kaca televisi, membuat hati riang semalaman, seolah terbang ke awan tinggi yang tak bertepi. bagaimana tidak orang kampung seperti saya tak disangka tak di nyana bisa tampil di televisi.

Berharap semoga ada banyak manfaat dari setetes pengetahuan yang saya punya , meski setetes betapa betapa besar pundi-pundi amal yang terisi bila kurang lebih dari diperkirakan 40 juta pasang mata pemirsa yang menyaksikan tayangan besok pagi untuk kemudian dijadikan sebagai pedoman mengamalkannya.
Sekarang yang perlu dibenahi adalah menata kembali beningnya hati dalam menerima anugerah terindah ini, jangan sampai terperosok pada ujub, riya' atau sum'ah, akan terus berlanjut menjadi keberkahan yang mengalir pahalanya hingga yaumil qiyamah