• Sungai

    darinya laut di isi, beraneka bahan yang ia bawa, dari ikan hingga kotoran. Namun laut bersabar menampungnya. Kesabaran laut patut dicontoh.

  • Pagi Buta

    Semburat mentari di ufuk timur, masuk ke sela-sela rimbun dedaunan, ia hendak datang mengabarkan semangat beraktifitas meraih asa dan cita yang masih tersisa.

  • Malam

    Malam gemerlap bertabur bintang, bintang di langit dan di bumi. Mereka membawa cerita masing masing sebelum akhirnya masuk ke peraduan asmara.

  • Gunung

    Gunung yang kokoh, ia dibangun dengan kuasanya, bukan dengan bantuan kita. Manusia hanya bertugas merawatnya dengan baik dan amanah. Bumiku lestari

  • Siang

    Mentarinya menyinari pohon di dunia, keindahannya luar biasa.

Catatan Sore


Terjun ke dunia politik praktis adalah pilihan, tidak terjun ke sana juga pilihan, saya pilih yang kedua yaitu tidak terjun ke dunia politik praktis. Bukan karena tak cinta atau membenci politisi tetapi karena lebih asyik dengan dunia mengajar, berbagi pengetahuan, bertemu dengan orang banyak yang mempunyai orientasi ketuhanan. Tapi juga jangan disangkal bahwa dunia politk adalah dunia yang jauh dengan Tuhan, semua tergantung pelaku.

Saya tidak ingin memberi catatan apapun ke "politik praktis" karena aku memang bukan ahlinya tapi memberikan tafsir yang tak dituliskan tentu sah sah saja. Tidak untuk dipublikasikan tetapi hanya untuk memberi batasan gerak sampai mana kaki ini melangkah dalam dunia nyata bukan dunia yang penuh 'rayuan' yang penuh bius kemegahan.

Semua orang berpolitik tetapi ada yang an sich berpolitik ada yang hanya bersifat 'kadang-kadang' tetapi saya memilih tidak sama sekali dalam kancah praktis, karena dunia politik pasti rawan bersinggungan antara kepentingan politisi yang satu dengan politisi lainnya. Kebersinggungan itulah yang paling saya hindari sebisa mungkin kalau memang tidak benar benar terpaksa.

Hati hati dengan dunia yang tidak kau ketahui sebenarnya karena banyak jurang yang tidak bisa kau hindari bila kau memilih jalan yang tidak diketahui terjemah rambu-rambunya
Share:

Dijawab oleh Allah


Mungkin di antara kita ada yang bertanya-tanya banyak bencana menimpa dinegeri tercinta ini, dari banjir di musim  hujan, gunung meletus, longsor, dan aneka macam bencana yang lainnya.

Kita mesti jeli dan teliti dalam memahami fenomena yang terjadi di alam ini, makna bencana, teguran atau ujian yang paling absah utuk menjawab adalah diri kita sendiri, mungkin pandangan orang lain kesengsaraan yang diderita oleh orang lain adalah bencana tetapi tidak bagi yang merasakannya. Mungkin aktifitas fenomena alam merugikan sebagian masyarakat tapi tidak semua, ada sebagian lain yang menikmati keuntungan darinya.

Mungkin orang yang sakit adalah merupakan kesengsaraan tetapi bagi orang lain dari situ ada keberlangsungan hidup timbal balik antara yang satu dengan lainnya, pernahkah anda membayangkan seandainya tidak ada pasien bagaimana nasib jurusan kedokteran, begitujuga dengan banjir dan gunung meletus.
***
Setiap manusia pasti menginnginkan dijauhkan dari hal-hala yang tidak diinginkan, kemudian bersamaan dengan hal-hal yang tidak diinginkan itu sirna, kemudian ia menginginkan lima hal
Share:

Popular Posts

On Instagram

Labels

Recent Posts

Motto Website Ini

  • Membaca
  • Mengamalkan
  • Mennulis
  • Menyebarkan