• Sungai

    darinya laut di isi, beraneka bahan yang ia bawa, dari ikan hingga kotoran. Namun laut bersabar menampungnya. Kesabaran laut patut dicontoh.

  • Pagi Buta

    Semburat mentari di ufuk timur, masuk ke sela-sela rimbun dedaunan, ia hendak datang mengabarkan semangat beraktifitas meraih asa dan cita yang masih tersisa.

  • Malam

    Malam gemerlap bertabur bintang, bintang di langit dan di bumi. Mereka membawa cerita masing masing sebelum akhirnya masuk ke peraduan asmara.

  • Gunung

    Gunung yang kokoh, ia dibangun dengan kuasanya, bukan dengan bantuan kita. Manusia hanya bertugas merawatnya dengan baik dan amanah. Bumiku lestari

  • Siang

    Mentarinya menyinari pohon di dunia, keindahannya luar biasa.

Ustad Jefry al-Buchory Tutup Usia

Pagi itu, Jumat 26 April 2013 sebuah pagi yang mengejutkan, tak ada hujan tak ada angin tiba-tiba membaca beberapa status di twitter mengabarkan bahwa Ustad Jefri al-Buchory tutup usia akibat kecelakaan tunggal di kawasan Pondok Indah pada saat mengendarai sepeda motor Kawasaki jenis ER 650 cc dengan nomor polisi B-3590-SGQ.

"Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 01.00 dini hari sepulang ngopi sambil cari angin dari kemang bersama adiknya Fajar Sidik dan empat sahabatnya" Ujar sang Adik.

Beliau berpulang ke rahmatullah dalam usia yang tebilang muda tepatnya 12 April yang lalu adalah genap usianya yang ke 40, sebuah usia yang terbilang masih belia, namun apa daya Sang Khalik telah mengambilnya, siapapun tak kuasa menolak kehendak-Nya. Jenazah akan dimakamkan setelah shalat Jumat di TPU Karet, Jakarta Pusat. Ribuan orang tumpah ruah di sana untuk mengantar ke tempat pembaringannya

seoalah sudah terasa getar panggilan Sang Khalik sejak beberapa hari sebelumnya beliau sempat broadcast BBM yang isinya sebagai berikut :"Assalmu'alaikum... Mulai hari ini saya gaak lagi pake nomor Hp dan bbm ini .. Sekali lagi maaf lahir bathin...Pasti byk salah-nya ... Wslm...". kini BBM tersebut sudah beredar di banyak pengguna ponsel pintar.

***
Marilah kita mengambil pelajaran berharga ini, dimanapun dan kapanpun ajal selalu mengintai, rotasi perjalanan hidup ini terus mendekati kematian untuk meninggalkan titik kelahiran, jika ajal telah tiba waktunya siapapun tak akan mampu mengelak darinya meski didalam tempat persembunyian yang paling aman dan rahasia sekalipun, Allah berfirman:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِكَ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ فَمَالِ هَؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا.
Artinya:
"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?" (QS. An-Nisa:78)

Ketentuan ajal erat di dalam genggaman Allah, jika telah tiba waktunya baik siang atau malam, pagi maupun petang dengan hati rela atau terpaksa harus patuh dan menyerah di bawah kuasanya. Oleh karena itu persiapan untuk menjemput kematian harus simultan, terus menerus tiada henti, sebagaimana wasiat oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Ya'qub as kepada generasi selanjutnya yang diabadikan di dalam al Quran:

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَابَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (QS. al BAqarah:132)

Dalam ayat tersebut di atas membangun logika bahwa harus selalu dalam keadaan Islam mengingat kematian tidak diketahui kapan dan dimana akan menjempunya, maka hendaklah selalu menjaga kondisi islam kapan dan dimanapun jua. Demikianlah sekilas pelajaran yang dapat diambil dari Ustad Jefry al-Buchory Tutup Usia, semoga beliau ditempatkan oleh Allah tepat di sisin-Nya Amiiin ya rabb
Share:

Popular Posts

On Instagram

Labels

Recent Posts

Motto Website Ini

  • Membaca
  • Mengamalkan
  • Mennulis
  • Menyebarkan