Home » , » Sahur Pisang Lauknya Sate

Sahur Pisang Lauknya Sate

Meskipun Ramadan telah usai, namun kenangan sahur pisang lauknya sate sulit terlupakan, hingga tak tertahan jemari ini mengamankannya dalam bentuk tulisan. Inilah kisah lika-liku laki laki yang ditinggal isteri dan anak-anak mudik lebaran Juli 2016 atau bertepatan dengan Ramadhan 1437 H. semoga bermanfaat dan bisa dipetik hikmahnya.

Salah satu dari tanda kebesaran Allah menjodohkan laki-laki dan perempuan adalah untuk menjadikan hidup yang lebih sakinah dan saling menyayangi (QS. ar-Ruum:21), karena perjodohan itu akan saling melengkapi tapak perjalanan hidup ini, karenanya keduanya (laki-perempuan) tidak diciptakan dengan karakter yang sama persis. Pada umumnya, sekali lagi pada umumnya karakter dasar antara lelaki dan perempuan berbeda. Kaum hawa lebih lemah-lembut, perasa, pandai memasak, rapi dan pola hidupnya lebih teratur, sedangkan kaum Adam, lebih keras, egois, tak suka memasak, berantakan, dan pola hidupnya kurang teratur. Kisah menarik ini lebih banyak diinspirasi oleh kedua karakter tersebut, sebagai alat bantu memahami saling keterlengkapannya dalam menapaki jalan hidup.

Hanya dua kali sahur dan dua kali berbuka puasa ditinggal oleh isteri mudik lebaran, tapi nuansanya sangat berbeda dengan sahur-berbuka hari hari sebelumnya. Bila sebelumnya teratur berbuka dan sahur bersama dengan rapi dan terjadwal apik, lain ceritanya dengan dua hari dipenghujung ramadhan usai ini.. hahaha.

Dua kali berbuka puasa
Berbuka puasa di hari pertama, ku tunggu sambil rebahan menonton tayangan televisi khas ramadhan, ternyata pulas tertidur hingga tinggal beberapa menit saja waktu maghrib tiba. Akhirnya secepat kilat memasak air panas membuat kopi, belum tuntas adukan kopi, maghribpun tiba, kebingungan setelah minum air putih dan kopi, baru terpikir santap malam untuk mengganjal perut setelah diajak berpuasa seharian. Semua bahan masih mentah, telur dan tahu yang telah disiapkan oleh isteri tercinta. Tak berpikir panjang, seketika masak nasi, goreng tahu, untuk melezatkannya ambil kacang asin di meja sedianya untuk hidangan lebaran, sambel kacang pun siyap menjadi teman santap malam. Lha… kok asinnya tidak ketulungan, apa boleh buat karena diburu waktu tarawih, asin juga harus dimakan #plakk.

Ternyata hari kedua lebih tragis, janji teman mengajak berbuka puasa di masjid dimana tempat saya kadang mengisi pengajian, sehingga tak ada persiapan menu apapun untuk berbuka, kurang lima menit hendak berangkat tiba-tiba hujan deras mengguyur hingga waktu Isya’ tiba, terpaksa, bikin kopi dan goreng tahu lagi, Hahaha… sambil bergumam:”kalau tau begini, mendingan dari tadi aja aku bersiap siap bikin ta’jil dan menu buka puasa sendiri”. Sambil senyam-senyum sendiri. Allah memang indah mengatur manusia dan mengajarkan untuk tidak menggantungkan hidup kepada selain-Nya.

Dua Kali sahur
Sahur pertama berharap aman, akhirnya masak sendiri, sembari menunggu matang saya menonton piala uero 2016, tentu masih dengan tahu yang sudah digoreng saat berbuka puasa tadi. Eeealah, ternyata nasinya kebanyakan air #nasiiibbbb. Akhirnya terpaksa makan nasi mirip bubur, lauk tahu sisa berbuka puasa. Hahaha…

Sahur kedua, berharap lebih indah dari sebelumnya, karena sahur kali ini adalah sahur terakhir di bulan ramadhan 2016, malam harinya membeli sate 10 tusuk ditambah membeli buah pisang dan jeruk tujuannya suplay gizi dan serat, yaaah.. biar mirip pesta pora sahur gitu lah, karena serangan kantuk yang tak tertahan, akhirnya tertidur pulas hingga jam empat, lauknya siyap ternyata lupa belum masak, sedangkan nasi di rice coocker basi, hahaha.. akhirnya dengan sigap bak super hero, bekerja dengan cepat untuk masak nasi sembari seduh kopi, namun malang tak bisa dihindari, terpaksa makan nasi setengah matang, tak kehilangan akal, akhirnya sahur dengan pisang lauknya sate, imsakpun tiba #plakk kembali saya tersenyum, rupanya karakter yang berbeda antara kaum hawa dan adam adalah untuk saling melengkpai. Semoga tidak terulang lagi…
Thanks for reading Sahur Pisang Lauknya Sate

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 Komentar:

Post a Comment

Terimakash Atas kunjungan dan komentarnya ( salam persahabatan )