Home » , , » Berkarya Kemudian Menyejarah

Berkarya Kemudian Menyejarah

Terkadang terlintas dalam pikiran yang bosan berputar dalam pusaran arus perjalanan hidup yang ‘begini-begini saja’, tak ada nuansa hidup lain, selain rutinitas yang padat, bekerja, kuliah dan di akhir bulan menunggu gajian tiba. Ada hampa di dalamnya karena tak ada harapan yang lebih berarti untuk ditinggalkan dalam setiap jengkal liku kehidupan ini. Berawal dari sini, semoga ada secercah harapan baru yang layak dijadikan modal penting untuk merefleksikan kehidupan, karena hidup yang tidak direfleksikan maka tak layak untuk dihidupi. 

Untuk menjadi hidup lebih bermakna, salah satunya adalah harus dilalui dengan melahirkan sebuah karya, dengannya alam sekitar bisa mengingat dan siap untuk diapresiasi oleh orang-orang setelah kita, karena tanpa karya apapun mustahil anak cucu mengingatnya apalagi membanggakannya. Setidaknya ada dua isi kehidupan ini, yakni membaca dan menulis, dengan membaca wawasan menjadi luas, pengetahuan makin mendalam dan sudut pandang keilmuan menjadi lebar. Karena pengetahuan pula salah satu cara untuk berekspresi dalam menjani langkah kehidupan yang kian hari kian sulit, rumit dan problema terus membumbung tinggi melangit.

Berupa karya tulis harus terus dibina dan diminati, untuk sukses dalam menelurkan karya harus mempunyai banyak data, karena menulis bukanlah semata mata menyusun kata bersayap atau merangkai kata bersajak, tapi sesungguhnya menulis adalah menyusun data yang dirajut dengan kata kata. Dengan tulisan kita akan menyejawah sepanjang aksara aksara huruf masih dipelajari penghuni jagad ini. 

Bila harus menunggu bahwa tulisan harus paripurna tanpa cacat dan salah, maka dapat dipastikan nyaris tak ada karya yang terlahir di muka bumi ini, percaya diri dan tidak bersikap kebal kritik adalah modal utama menjadi penulis. Dengan tulisan kita dikenang, layaknya pribahasa gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang dan manusia mati meninggalkan jasa. Jasa pikiran yang ditorehkan melalui tinta lebih bisa dikenang, karena jelas jejak forensiknya.

Thanks for reading Berkarya Kemudian Menyejarah

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 Komentar:

Post a Comment

Terimakash Atas kunjungan dan komentarnya ( salam persahabatan )