• Sungai

    darinya laut di isi, beraneka bahan yang ia bawa, dari ikan hingga kotoran. Namun laut bersabar menampungnya. Kesabaran laut patut dicontoh.

  • Pagi Buta

    Semburat mentari di ufuk timur, masuk ke sela-sela rimbun dedaunan, ia hendak datang mengabarkan semangat beraktifitas meraih asa dan cita yang masih tersisa.

  • Malam

    Malam gemerlap bertabur bintang, bintang di langit dan di bumi. Mereka membawa cerita masing masing sebelum akhirnya masuk ke peraduan asmara.

  • Gunung

    Gunung yang kokoh, ia dibangun dengan kuasanya, bukan dengan bantuan kita. Manusia hanya bertugas merawatnya dengan baik dan amanah. Bumiku lestari

  • Siang

    Mentarinya menyinari pohon di dunia, keindahannya luar biasa.

Dari Serangan Fajar Menuju Serangan Jantung

Pemilu telah berlalu, haru dan pilu tentu dirasakan oleh semua bangsa ini, karena pemilu adalah pesta demokrasi dalam rangka menentukan nasib bangsa lima tahun mendatang, sudah menjadi kemestian bagi pemilih menginginkan pemilu ini menjadi jembata berasirasi secara bebas menetukan wakil rakyat yang duduk di meja legislasi, pengawasan dan budgeting sampai 5 tahun mendatang.

Pemilu adalah cara 'urun' rembug menentukan nasib bangsa melalui mekanisme dan aturan yang jujur dan adil, jujur tanpa ada paksaan atalagi sogo-sosgokkan, adil tidak terkecuali asalkan bangsa indonesia maka dipersilahkan untuk menentukan pilihan sesuka hatinya, tentunya setelah memilah dari visi dan misi yang disosialisasikan kepada para pemilih di masa kampanye-nya. begitulah idealnya pemilu yang dikehendaki oleh bangsa ini, pertanyaannya benarkah sudah terjadi yang demikian..?, semoga saja sudah.

Namun miris ketika di daerah saya kontestan DPD yang banyak mengantongi suara dari orang yang tidak dikenal, hanya dalam fotonya sih ia berbapakaian rapi dan bersurban, meskipun tidak kenal tapi perolehan suaranya paling mendominasi.Apakah ini berarti mereka mengerti tentang visi dan misinya, O...hh tentu tidak..! jangankan visi misi lha orang saja tidak dikenal, kalau demikian ini lalu apa hakekatnya memilih, sebuah tanda tanya besar yang masih lama jawabannya karena dibutuhkan kecerdasan pemilih dalam memilah visi-misi terkait dengan amanat yang kita berkan.

Salah satu sifat pemilu selati adil yang terus digaungkan dan harus didukung oleh semua elemen masyarakat adalah jujur, tanpa politik uang atau kampanye terselubung. Bahkan istilah yang trend dalam politik bagi bagi uang di malam pencobolosan adalah serangan fajar, mungkin serangan fajar ini masih saja ada, sekali lagi itu hanya MUNGKIN, supaya tidak dibilang lancang bicara tanpa bukti. Semoga saja sudah tidak ada diseluruh penjuru nusantara. Kalau benar masih ada serangan fajar lalu apa bedanya dengan transaksi jual beli, suara adalah barang komoditi penjualnya adalah pemilih, pembelinya adalah caleg, sedang lapak momentumnya adalah pemilu itu sendiri. Alangkah murahnya demokrasi ini, Sekali lagi hal itu harus kita jaga bersama JANGAN SAMPAI ada..! hehe.. lho kok senyum yaaaa pingin senyum aja.

pelaku kontestan yang menggunakan serangan fajar sebagai pemikat suara mungkin kaget bukan kepalang jika ternyata perolehan suara terjun bebas tidak sesuai mesin 'kalkulator' manuver politiknya. Menurut saya, itu adalah salah satu indikator bahwa pemilih mulai cerdas, jangankan menjadi anggota dewan yang mewakili suara rakyat bila masih dalam tahap prosesnya saja sudah mencoba menyuap. Hasil perolehan suara yang tidak sesuai dengan kalkulasinya bisa-bisa mengantarkan ia ke rumah sakit karena serangan jantung, Jadi seperti itulah perjalanan dari serangan fajar menuju serangan jantung
Share:

Catatan Sore


Terjun ke dunia politik praktis adalah pilihan, tidak terjun ke sana juga pilihan, saya pilih yang kedua yaitu tidak terjun ke dunia politik praktis. Bukan karena tak cinta atau membenci politisi tetapi karena lebih asyik dengan dunia mengajar, berbagi pengetahuan, bertemu dengan orang banyak yang mempunyai orientasi ketuhanan. Tapi juga jangan disangkal bahwa dunia politk adalah dunia yang jauh dengan Tuhan, semua tergantung pelaku.

Saya tidak ingin memberi catatan apapun ke "politik praktis" karena aku memang bukan ahlinya tapi memberikan tafsir yang tak dituliskan tentu sah sah saja. Tidak untuk dipublikasikan tetapi hanya untuk memberi batasan gerak sampai mana kaki ini melangkah dalam dunia nyata bukan dunia yang penuh 'rayuan' yang penuh bius kemegahan.

Semua orang berpolitik tetapi ada yang an sich berpolitik ada yang hanya bersifat 'kadang-kadang' tetapi saya memilih tidak sama sekali dalam kancah praktis, karena dunia politik pasti rawan bersinggungan antara kepentingan politisi yang satu dengan politisi lainnya. Kebersinggungan itulah yang paling saya hindari sebisa mungkin kalau memang tidak benar benar terpaksa.

Hati hati dengan dunia yang tidak kau ketahui sebenarnya karena banyak jurang yang tidak bisa kau hindari bila kau memilih jalan yang tidak diketahui terjemah rambu-rambunya
Share:

Dijawab oleh Allah


Mungkin di antara kita ada yang bertanya-tanya banyak bencana menimpa dinegeri tercinta ini, dari banjir di musim  hujan, gunung meletus, longsor, dan aneka macam bencana yang lainnya.

Kita mesti jeli dan teliti dalam memahami fenomena yang terjadi di alam ini, makna bencana, teguran atau ujian yang paling absah utuk menjawab adalah diri kita sendiri, mungkin pandangan orang lain kesengsaraan yang diderita oleh orang lain adalah bencana tetapi tidak bagi yang merasakannya. Mungkin aktifitas fenomena alam merugikan sebagian masyarakat tapi tidak semua, ada sebagian lain yang menikmati keuntungan darinya.

Mungkin orang yang sakit adalah merupakan kesengsaraan tetapi bagi orang lain dari situ ada keberlangsungan hidup timbal balik antara yang satu dengan lainnya, pernahkah anda membayangkan seandainya tidak ada pasien bagaimana nasib jurusan kedokteran, begitujuga dengan banjir dan gunung meletus.
***
Setiap manusia pasti menginnginkan dijauhkan dari hal-hala yang tidak diinginkan, kemudian bersamaan dengan hal-hal yang tidak diinginkan itu sirna, kemudian ia menginginkan lima hal
Share:

Kesan Mendalam Tayang di Acara "Indahnya Pagi" di TVRI



Besok pagi, Sabtu, 22 Pebruari 2014, saya akan menjadi salah satu narasumber di TVRI bersama dengan KH. Hamdan Rasyid, MA (Ketua MUI DKI). Bahasannya lumayan berat, yaitu seputar money politik, karena momentumnya tepat dengan jelang pilkada.

Terlepas apapun topik yang dibawanya, tapi ini merupakan anugerah yang tak terhingga bagi saya. bisa tampil di televisi nasional, di mana jangkauannya sangat luas, tentu ada ribuan pasang mata yang bakal menyaksikan tayangan tersebut.

Memang, tampil diintip kamera TVRI bukan kali ini saja, sudah ada beberapa kali, pernah sebagai narasumber juga di kuliah subuh yang disiarkan secara live, santri kelana.

Pada saat itu saya berperan sebagai seorang guru yang mendidik, mengarahkan serta mencetak santri sebagai generasi yang hidup secara ramah, religius dan orientatif. Peran tersebut sukses saya perankan hingga tayang dua episode. Alur cerita yang dipilih memang berkaitan dengan gaya muda-mudi yang saat itu lagi trend dengan dugem, nongkrong dipinggir, pergaulan bebas, hingga narkoba. Alhamdulillah... setidaknya terlah pernah dan saya anggap sebagai sebuah pengalaman.

Selain itu, saya juga pernah menjadi peserta pasif dan peserta penanya yang dalam acara "Indahnya Pagi", pembicaranya waktu itu almarhum Drs. H. Muhtadi Alawiy atasan saya di Yayasan Soebono Mantofani. Seru... hidup ini kalau ditulis.

intinya adalah terkenang dan sangat terkenang.... walaupun saat ini sudah ditawari tapi masih belum siap secara mental, karena pada saat itu masih kuliah pascasarjana. Semoga ke depannya bisa tampil dan memberi manfaat lebih banyak lagi kepada ummat ini.
wallahu'alm bi shawab
Share:

Trend baru 2014; Rebutan menjadi pelayan

Tahun 2014 adalah tahun bersejarah bagi bangsa indonesia karena pada tahun tersebut akan digelar pesta demokrasi memilih legislatif dan ekskutif , di banyak pohon tiba-tiba ada foto para caleg yang ikut dalam kontestan menjadi bakal calon penguasa negeri ini dari tingkat daerah samapai tingkat pusat. Seolah-olah tak ada ruang panorama publik yang kososng, di mana ada tonggak menjulasng tak peduli tiang telepon atau pohon, di situ pula tertempel photo ‘penunggu’ eee..h photo caleg dengan berbagai kreasi kata slogan yang menggiurkan pembaca.

Menjadi pemimpin adalah menjadi pelayan masyarakat yang memenuhi hajat orang banyak untuk kesejahteraan, karenanya rakyat membayar pajak untuk menghidupi kesejahteraan para caleg tersebut, namun tetap saja ada trend aneh yang terlihat yaitu menjadi pelayan kok rebutan?, apalagi pelayannya orang banyak. Melayani satu orang saja sudah sulit apalagi melayani orang banyak. 

Dari sini, dapat kita lihat betapa mulya hati para caleg, jika niatnya tulus mengabdikan dirinya lahir dan bathin, apabila tidak, maka kehinaan dan penderitaan akan menimpanya, kalau tidak di dunia yah... pasti di akhiratnya. Bila kita ingat, betapa seorang sahabat Nabi saw Umar bin Khattab yang gagah, pemberani, tegas, jujur dan adil sekaliber beliau saja menolak dan merasa berat utnuk menjadi khalifah (presiden) tetapi di trend baru 2014 justru ada sekelompok orang berebut kekuasaan. Ini trend baru yang aneh menurut saya.

Terlepas apakah rebutan kekuasaan itu halal atau tidaknya, yang pasti menjadi pelayan masyarakat bila tidak sesuai dengan keahliannya maka tunggulah kerusakannya. Nabi saw besarbda: "Apabila urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya"

Pejabat dalah pelayan rakyat, pelayan bangsa ini, sedangkan majikannya adalah rakyat jelata, tetapi mengapa sebagai pelayan kok tersandung soal korupsi, ini pelayan yang kurang ajar terhadap majikannya. Tentu rakyat sebagai majikannya akan sangat tersakiti dengan hal ini, dan du’aul madhlum mustajabun (do’a orang teraniaya itu maqbul) tak heran jika ada pejabat yang disumpahi rakyatnya, selanjutnya maqbul. Tentu tak tuntas dihitung jari pejabat-pejabat yang ksandung soal korupsi
Aneh...!! yah memang benar benar aneh zaman sekarang
Share:

Laknat - Nikmat Tahun Baru 2014

Masuknya tahun baru 2014 adalah nikmat bagi kita semua, nikmat karena kita semua masih diberi kesempatan oleh Allah untuk menghirup udara tahun 2014 dalam keadaan teguh dalam Iman dan Islam, masih diberi ruang untuk berkreasi dan memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal hidup di alam selanjutnya. Di samping disyukuri sebagai nikmat, tahun 2014 juga harus dicurigai sebagai laknat apabila tidak dimaksimalkan untuk berbuat kebaikan. Sebaik-baik insan adalah insan yang panjang umurnya dan baik prilakunya, sebaliknya sejelek-jelek insan adalah orang yang panjang umurnya jelek prilakunya. Rasulullah bersabda:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْمُنَادِيُّ ، حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ ، عَنْ أَبِيهِ

أَنَّ رَجُلا ، قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، " أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ ؟ ، قَالَ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ، قَالَ : أَيُّ النَّاسِ شَرٌّ ؟ ، قَالَ : مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ ( رواه الترمذي
Artinya:”  
sesungguhnya ada seorang bertanya kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah, “siapakah manusia yang baik?”, Nabi Menjawab: ”orang yang panjang umurnya dan baik perbuatannya”. orang itu bertanya (lagi), “siapakah orang yang jelek?”, Nabi saw menjawab: ”Orang yang panjang usianya jelek perbuatannya”. (HR. Tirmidzi) 
Usia ini bagaikan dua mata sisi pisau yang sama tajamnya, tajam memberikan rahmat dan tajam pula penyebab laknat, Bila penggunaan usia untuk kebaikan maka tajam membuat irisan rahmat, tetapi tajam pula membuat irisan laknat bila usia untuk perbuatan jahat. Karena itu tak penting lagi umur panjang, yang terpenting adalah kualitas umur itu sendiri. Panjang tidak berkualitas lebih baik pendek namun berkualitas, andaikan dalam Islam boleh memohon untuk dipercepatnya maut, maka bagi orang yang usia panjang tetapi jelek perbuatannya, maka lebih baik dipercepat saja mautnya. Sayangnya tidak boleh memohon agar dipercepat datangnya maut. Demikian Laknat - Nikmat Tahun Baru 2014  
Share:

Pay Out yang tertunda


Namanya blogger nggak aci, kalau ada hal-ahal monumental tidak diposting, termasu kisahku tetang pay out yang tertunda. Siang itu setelah menyelesaikan urusan keuangan di sebuah kantor di bilangan Jl. Radio Dalam, kemudian saya lanjutkan untuk meyelesaikan urusan pay out (bayaran) dari Google Adsense (GA) yang dikirim dari pusat kator Google di Mountain View Amerika Serikat, pembayarannya via western union setelah tiga Bank saya masuki hanya yang ketiga yaitu Bank Danamon -lah yang on-line untuk penarikan via Western Union (WU). Setelah masuk langsung pak Scurity bank memberikan nomer antrean, tak berselang lama giliran saya menghadap ke salah satu CS di Bank tersebut. Dalam hati penuh syukur kepada Allah karena tak harus antri lama, mungkin karena sudah siang dan bertepatan kalender menunjuk tanggal tua. 

Tak jelas siapa nama Customer Service tersebut, tapi kelihatan sekilas dari name tag yang ia pakai namanya Ika, sebut sajalah mbak Ika. Ia jelita, tutur katanya ramah, sopan dan bersahaja. 

Ia berkata: “Boleh melihat KTP-nya Pak?” bersamaan ia menyodorkan formulir WU

“ Ooh boleh mbak..”. jawabku. Sambil mengeluarkan KTP yang sudah saya siapkan sebelumnya di lapisan dompet paling depan yang mulai menipis seiring dengan tanggal mulai tua. Hehe.... 

Sambil mbak ika mencocokkan nama dan memasukkan nomor kode pembayaran atau  (Money Transfer Control Number)(MTCN), dengan penuh rasa optimis ku sabat pulpen di atas mejanya ku ajak menari-nari melengkapi isian yang disodorkan oleh mbak Ika. Setelah selesai dan rampung semua isian, KTP sudah dicopy, tanda tangan persetujuan pencairan sudah saya tanda tangani, langkah selanjutnya adalah validasi, pas divalidasi ada kesalahan nama di KTP HM. Wiyono sedangkan di WU tercantum nama M. Wiyono, “lho.. ini namanya beda, nanti dulu saya konfirmasi ke pihak WU...!! kata ibu yang memvalidasi tadi. 

Dengan langkah energik dia ke ruangannya, setelah selesai dia katakan ini gak bisa dicairkan karena ada nama gelar yang sambung.. Cetarrrrrrr membahana.. --meminjam bahasanya shoimah-- saya masih berargumen bahwa sebelum-sebelumnya saya memakai kartu identitas yang sama, silahkan baca di sini tapi ya sudahlah.. saya tidak perlu ngotot, apalagi yang saya hadapi adalah para pekerja yang baik, mereka taat terhadap aturan, mungkin memang standard pelaksanaannya seperti itu. “Oke.. ya sudahlah, tapi dikembalikan seperti semula saja, saya akan ambil dari bank lain saja, tapi butuh berapa lama ya mbak?” tanyaku, kata mbak ika “cepat nggak lama kok, nanti dihubungi” jawabnya 

Dengan langkah gontai saya menuju pintu keluar, sambil menggumam dalam hati, saya mau ambil di bank lain aja ah di kawasan Bintaro sekalian arah pulang. Sesampainya di Bintaro tak ada pemberitahuan bahkan sampai dua hari kemudian Sabtu-Minggu, Senin saya datang mempertanyakan kembali, setelah dari Bank lain ternyata statusnya masih paid (terbayar). Akhirnya saya datang dengan membawa KK sebagai bukti bahwa yang tertera di akun GA itu adalah benar-benar saya. Namun apa daya memang standard pelaksanaannya harus nama yang sama, walaupun masih ada satu cara yaitu membuat surat keterangan bahwa nama yang tertera di KK dan KTP adalah orang yang sama...

Saya tidak bisa menjelaskan ketika saya disuruh harus mengubah nama akun saya di google adsense, bahkan dunia blogging rupanya tidak booming, se-booming profesi lain. Saya pulang langsung photo untuk mendapatkan KTP baru, tak lama proses berlangsung hanya dua hari kemudian KTP jadi dan saya datang lagi setelah ngajar di hari Jumat.
Akhirnya... Jreeeng.. bisa dicairkan, terimakasih Bank Danamon dan terimakasih mbak Ika,saya senang bukan semata mata karena uangnya tetapi karena kebanggaan tersendiri
Share:

Asal Muasal hari guru di Indonesia

Selaat hari guru
wisuda 2012
Salah satu indikasi bangsa yang maju adalah bangsa yng rakyatnya berpendidikan maju, salah satu penunjang majunya pendidikan tidak lepas dari keterlibatan seorang guru. Oleh karena itu guru menjadi salah satu elemen penting bagi majunya bangsa ini.

Pada awalnya sekitar tahun 1912 Persatuan Guru Hindia Belanda terbentuk yang mewadahi para guru bantu, guru desa, penilik sekolah yang kemudian terus berkembang menjadi beberapa organisasi lainnya yang mempunyai warna berbeda-beda, ada guru agama, guru kebangsaan dan seterusnya. Pada perkembangan selanjutnya kemudian berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia di tahun 1932

Nasib persatuan guru ini harus punah di tangan penjajahan Jepang, karena persatuan guru dibubarkan, entah apa alasan Penjajah jepang membubarkan organisasi yang mewadahi para guru itu. Setelah kemerdekaan PGI ini hidup kembali dan berhasil menyatukan semua guru dari berbagai etnis menjadi satu pada Kongres Guru Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 21-25 November 1945. Kongres ini menandai lahirnya PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)

Sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap profesi guru, maka diterbitkanlah surat keputusan presiden Nomor 78 Tahun 1994 ditetapkan sebagai hari Guru Nasional, itulah asal muasa hari guru di Indonesia, bangsa nan ramah dan permai ini.

Hari guru dinegara lain tentu mempunyai latar belakang yang berbeda, sehingga peringatannya pun berbeda-beda, berikut ini diantaranya ;

Di USA hari guru diperingati setiap hari Selasa bulan Mei. Di Thailand diperingati setiap tanggal 16 Januari, di Taiwan diperingati setiap tanggal 28 September, di Russia diperingati setiap tanggal 5 Oktober, di Korsel diperingati setiap tanggal 15 Mei, berbeda lagi dengan di India diperingati setiap tanggal 5 September, di negara tentangga kita Malaysia hari guru jatuh pada tanggal 16 Mei.
Di Czech Republic tanggal 28 Maret, di China diperingati setiap tanggal 10 September, di Meksiko diperingati setiap tanggal 27 September, di Brazil diperingati tgl 15 Oktober dan masih banyak lagi yang lainnya

Selamat hari guru, meski engkau tidak diberi tanda jasa, namun surga selalu merindumu
Merdeka...!!
Share:

Mengantarkan Menjadi Tahfidz Yasin Usia Kanak-kanak

Dengan mengucap syukur sedalam lautan atas terpenuhinya target mengajar untuk mengantarkan tahfidz yaasin untuk kanak-kanak dalam waktu yang relatif singkat jika dihitung dari tatap muka bersama mereka.  Tidak lain ini hanya semata-mata pertolongan Allah melalui partisipasi para orang tuanya yang terus menerus tak bosan-bosan memberi support kepada mereka. Sebagai hadiah dan rasa syukur akhirnya mereka akan mendapatkan satu CD sebagai tanpa edit sebagai kenangan di hari tuanya.

kemampuan mereka menghafal juga memberikan bukti nyata bahwa Al Qur'an adalah satu satunya kitab suci yang mudah di hafal, ringan dilisan dan nikmat ketika didengarkan. Mendengar lantunan bacaan Qur'an adalah obat ruhani tersendiri bagi yang tidak mengerti maknanya terlebih lagi mereka para 'alim 'ulama yang memaham kandungan isinya. Allah berfirman:

وَلَقَدْ تَرَكْنَاهَا ءَايَةً فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (QS. al Qamar:15)

Semoga menjadi semangat tersendiri bagi kita semua untuk ikut mencoba menghafal surat Yasin atau surat-surat lain, seandainya tidak sampai hafal tuntaspun pasti banyak khikmah dan keuntungan spiritual yang bisa kita capai, amiiin ya rabbal 'alamin
Share:

Penyakit Hati Yang Parah

Dalam panggung kehidupan di dunia ini berjenis-jenis manusia meminjam bahasanya Gus Dur al- insaanu junnasun. Ada orang baik yang tak merasa baik, ada orang pandai merasa bodoh, ada orang alim masih merasakan banyak maksiat dalam dirinya, ada orang bersih merasa masih banyak dosa. Yang sudah disebutkan tadi adalah orang-orang yang selalu dalam perlindungan Allah dari jalan kesombongan dan dari merasa ‘paling’, kebaikannya yang selalu mengalir dalam dirinya kelak akan menjadi lautan rahmat dan nikmat di surga.

Namun juga banyak yang sebaliknya, tidak pandai tapi seolah-olah ia pandai dan menguasai seluruh ilmu pengetahuan, tidak alim tapi perangai dan tutur katanya bak malaikat yang diciptakan sebagai penerang ummat nan gelap gulita, bermode seperti ulama’ namun tingkat ruhaniyahnya seperti luak (musang). Sungguh sebuah keadaan yang sangat mengkhawatirkan, karena keburukan yang ada tampak menjadi sebuah kebaikan Allah berfirman:

أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ.
Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. Fathir: 8)

Begitu hebat dan canggihnya tipu daya setan sehingga keburukan tampak menjadi kebaikan di depan mata sang pelakunya. Penyakit yang demikian ini tidak mungkin bisa disembuhkan sampai kapanpun, yang ada malah semakin lama semakin bertambah sakitnya. Al Qur’an memberikan gambaran penyakit hati yang bertambah parah dan terus bertambah parah sebab dusta, dusta terhadap kata hatinya, dusta terhadap perilakunya juga dusta terhadap kebenaran yang ada.

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ.
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (QS. Al Baqarah: 10)
Share:

SAKIT: Cinta Yang Menyamar

SAKIT: Cinta Yang Menyamar
ISBN: 9786340419252

Tafsir Tematik

Tafsir Tematik
ISBN: 9786232350199

Modul Blogging MA.SM

Modul Blogging MA.SM
Modul Pembelajaran Blogging

Jejak Ruh

Jejak Ruh
Dalam Proses Penulisan

Popular Posts

Labels

Judul Tulisan

Recent Posts

Motto

  • Membaca
  • Mengamalkan
  • Mennulis
  • Menyebarkan